Image of BUMDesa Penggerak Ekonomi Desa, Tahun 2019.

BUMDesa Penggerak Ekonomi Desa, Tahun 2019.



Pengertian, Tujuan tentang BUMDesa terdapat dalam Pasal 1 ayat (6) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2010 Tentang Badan Usaha Milik Desa, yang menyatakan bahwa BUMDesa adalah usaha desa yang dibentuk/didirikan oleh pemerintah desa yang kepemilikan modal dan pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat.
Sebagai salah satu lembaga ekonomi yang beroperasi dipedesaan, BUMDesa harus memiliki perbedaan dengan lembaga ekonomi pada umumnya. Ini dimaksudkan agar keberadaan kinerja BUMDesa mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan warga desa.
Tujuan dan Manfaat Pendirian BUMDesa :
Berdasarkan Pasal 2 Permendesa No. 4/2015, Pendirian BUMDesa bertujuan untuk :
1. Meningkatkan perekonomian Desa.
2. Mengoptimalkan aset desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan desa.
3. Meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa.
4. Mengembangkan rencana kerja sama usaha antar desa dan/atau dengan pihak ketiga.
5. Menciptakan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan layanan umum warga.
6. Membuka lapangan kerja.
7. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa.
8. Meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan pendapatan Asli Desa.
BUMDesa memiliki 2 manfaat yaitu :
1. Komersil : Sebagai lembaga komersil BUM Desa mampu membuka ruang lebih luas untuk masyarakat meningkatkan penghasilan dan juga membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat desa.
2. Pelayanan Publik : BUMDesa tidak hanya bergerak dibidang bisnis saja, tetapi BUMDesa juga harus berkepentingan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui kontribusinya dibidang pelayanan sosial.
Perbedaan BUMDesa Dengan Usaha Lain :
1. Modal usaha bersumber dari desa (51%) dan dari masyarakat (49%) melalui penyertaan modal (saham atau andil).
2. Badan usaha ini dimiliki oleh desa dan dikelola secara bersama.
3. Dijalankan dengan berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan serta berakar dari tata nilai yang berkembang dan hidup dimasyarakat (local wisdom).
4. Bidang usaha yang dijalankan didasarkan pada pengembangan potensi desa secara umum dan hasil informasi pasar yang menopang kehidupan ekonomi masyarakat.
5. Tenaga kerja yang diberdayakan dalam BUMDesa merupakan tenaga kerja potensial yang ada di desa.
6. Keuntungan yang diperoleh ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan atau penyerta modal.
7. Pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah dilakukan melalui musyawarah desa.
8. Peraturan-Peraturan BUMDesa dijalankan sebagai kebijakan desa (viiiage policy).
9. Difasilitasi oleh Pemerintah, Pemprov, Pemkab, dan Pemdes.
10. Pelaksanaan kegiatan BUMDesa diawasi secara bersama ( Pemdes, BPD, anggota ).
Prinsip Pembangunan Ekonomi Desa :
1. Transparansi (keterbukaan) Harus ada transparansi dalam hal pengelolaan pembangunan, termasuk dalam hal pendanaan, pemilihan kader, pembangunan sistem, pelaksanaan program, dan lain sebagainya.
2. Partisipasi. Dibutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat desa.
3. Dapat dinikmati masyarakat, sasaran dari pembangunan ekonomi harus sesuai sehingga hasilnya bisa dinikmati oleh keseluruhan masyarakat.
4. Dapat dipertanggungjawabkan ( Akuntabilitas ). Proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang dilakukan harus bisa dipertanggungjawabkan, dalam arti tidak terjadi penyimpangan.
5. Berkelanjutan ( Sustainable ). Program yang dirancang harus dapat berlangsung secara terus menerus atau berkelanjutan, sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat desa berlangsung permanen, dan bukan hanya pada satu waktu saja.
Faktor Penentu Keberhasilan Pembangunan :
Suatu pembangunan bisa berhasil atau tidak bergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dalam hal ini pembangunan ekonomi pedesaan, beberapa faktor yang menjadi penentu keberhasilannya, meliputi : Ketersediaan sumber daya alam, Akumulasi modal, Organisasi, Kemajuan teknologi, Pembangian kerja, Skala produksi, Faktor sosial, Faktor manusia, Faktor politik dan administrasi.
Dimensi pembangunan ekonomi pedesaan ini juga mencakup hal yang cukup luas meliputi :
1. Sosial : Kesehatan, Keadilan, Ketahanan Pangan, Pengentasan Kemiskinan.
2. Manusia : Pendidikan, Kesehatan, Kesetaraan Gender, Hak Asasi.
3. Politik : Partisipasi berbagai macam kelompok sosial ekonomi dalam pembuatan keputusan politik di berbagai level yang berbeda, perubahan dalam struktur pemerintahan politik.
4. Teknologi : Perubahan teknologi yang digunakan di dalam masyarakat.
5. Lingkungan : Penggunaan sumber daya alam yang tidak merugikan generasi sekarang maupun yang akan datang, perlindungan air, keanekaragaman hayati, iklim.
6. Sejarah : Perubahan di masa mendatang yang tergantung pada kondisi awal atau sekarang.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
BUMDesa Penggerak Ekonomi Desa, Tahun 2019.
No. Panggil
R.11.B.6.
Penerbit Pusdatin dan Univ Mataram : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
Buku
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
307.7
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
2019
Subyek
-
Info Detil Spesifik
124 Eksemplar
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this