Image of Menuju Desa Mandiri, Tahun 2019.

Menuju Desa Mandiri, Tahun 2019.



Menuju Desa Mandiri :
Visi Indonesia 2045 adalah Indonesia yang Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur yang akan dicapai melalui transformasi ekonomi yang didukung oleh hilirisasi industri dengan memanfaatkan sumber daya manusia, infrastruktur, penyederhanaan regulasi, dan reformasi birokrasi. Prioritas terhadap pembangunan SDM Perdesaan dimaksudkan agar tersedia SDM Unggul di wilayah perdesaan Indonesia yang mampu mengelola sumber-sumber daya pembangunan desa secara berkualitas, termasuk Dana Desa. Dengan demikian akan mendorong pencapaian target percepatan pembangunan desa 2019-2024, dimana 10.00 desa tertinggal menjadi berkembang dan 5.000 desa berkembang menjadi desa mandiri. Disisi lain SDM Unggul di perdesaan juga akan berkontribusi besar terhadap terentaskannya 25 Kabupaten Tertinggal dari 62 Kabupaten Tertinggal pada tahun 2024.
Status Perkembangan dan Kemandirian Desa :
Apa yang terjadi dengan Kemiskinan, Pengangguran, Ketimpangan.........?
Artinya pemerintah boleh saja membicarakan investasi, pembangunan bisnis dan perluasan skala ekonomi namun ketika masih tinggi tingkat kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan dalam masyarakat belum dikatakan pembangunan tengah berjalan.
Pembangunan menurut Birdsall (1993) bukan pertumbuhan ekonomi namun peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kriteria Kesuksesan Pembangunan Sejalan dengan amanat SDGs sebagai berikut :
1. Persentase orang miskin ekstrem berkurang separuhnya.
2. Pastikan kelulusan sekolah dasar universal.
3. Menghilangkan kesenjangan gender dalam pendidikan dasar dan menengah.
4. Mengurangi kematian anak.
5. Mengurangi kematian ibu melahirkan.
6. Mencapai akses kesehatan reproduksi untuk semua.
7 Menghentikan penyebaran human immunodeficiency virus ( HIV ) didapat immunodeficiency syndrome (AIDS), malaria, TBC, dan penyakit lainnya.
8. Memastikan kelestarian lingkungan dengan membalikkan hilangnya sumber daya lingkungan.
9. Terbangun jaringan global untuk pembangunan ekonomi daerah.
Model Pengembangan Pariwisata di Desa :
1. Mendatangkan modal.
2. Mendatangkan orang.
Mendatangkan modal konteksnya adalah menarik investasi masuk daerah, sedangkan mendatangkan orang salah satunya untuk pengembangan pariwisata. Demikian pula dengan pembangunan desa, dibutuhkan upaya mendatangkan modal sekaligus orang untuk membangun desa.
Menjadi Desa Mandiri :
1. Model pembangunan ekonomi dan investasi.
2. Model pembangunan sosial dan model pembangunan berkelanjutan.
3. Model pembangunan ekonomi, dapat dilakukan dengan pola investasi, pariwisata, dan perdagangan.
Kawasan Pesisir penting untuk dikelola dengan maksimal sebagai berikut :
1. Pesisir memiliki produktivitas hayati yang tinggi.
2. Pesisir mengandung keindahan dan kenyamanan sebagai tempat rekreasi dan pariwisata.
3. Wilayah pesisir merupakan common property resource ( sumber daya bersama ).
Tata Kelola Kawasan Pesisir adalah berupa SDM, Teknis Ekosistem, sarana dan Prasarana, Model dan Kelembagaan. Sebagai contoh kawasan SAMOSA ( Saleh Moyo Tambora ) merupakan kawasan terpadu yang memiliki bagian kawasan pesisir di teluk Saleh yang berpeluang untuk dikembangkan sebagai kawasan ekonomi dan bisnis baru di Pulau Sumbawa. Pengembangan bisnis di teluk Saleh dapat dikembangkan bisnis budidaya ikan sebagai bisnis primer ( inti ) dan bisnis pengelolaan ikan di darat sebagai bisnis sekunder ( turunan ).


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
Menuju Desa Mandiri, Tahun 2019.
No. Panggil
R.11.B.2.
Penerbit Pusdatin, Balilatfo dan Universitas Gadjah Mada : Mataram, NTB.,
Deskripsi Fisik
Buku
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
307.7
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Desember 2019
Subyek
Info Detil Spesifik
193 Eksemplar
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this