Image of Data dan Informasi, Manfaat Dana Desa, Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Tahun 2018.

Data dan Informasi, Manfaat Dana Desa, Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Tahun 2018.



Tujuan dan Manfaat :
Tujuan Kegiatan ini adalah :
1. Menganalisis data dan informasi dinamika perkembangan status desa berdasarkan dimensi Indeks Desa Membangun [ IDM ].
2. Menganalisis data dan informasi pemanfaatan Dana Desa terkait dengan status perkembangan desa, peningkatan kesejahteraan, dan Lembaga Ekonomi Desa.
3. Menganalisis data Inovasi Desa dalam meningkatkan pemanfaatan Dana Desa.
4. Menyusun rekomendasi penggunaan inovasi pembangunan desa dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan Dana Desa.
Manfaat Kegiatan ini adalah :
1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan daerah dalam kegiatan pembangunan kawasan perdesaan di Nusa Tenggara Barat, dan Kabupaten Sumbawa.
2. Rekomendasi yang dihasilkan dari kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan inovasi pembangunan desa dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan Dana Desa. Penggunaan Dan Pemanfaatan Dana Desa.
Penggunaan Dana Desa Menurut Bidang Pembangunan Desa :
Desa sampel pertama di Kabupaten Sumbawa adalah Desa Uma Bharingin dengan status mandiri.
Pemanfaatan Dana desa di bidang pembangunan Desa di Desa Uma Bharingin dalam periode 2015-2018 mengalami perkembangan yang signifikan.
Perkembangan tersebut dilihat dari 3 indikator yaitu :
1. Besaran Dana Desa yang diberikan pemerintahan semakin besar dan meningkat. Dana Desa Uma Bharingin pada tahun 2015 sebesar Rp 294.637.000 meningkat hampir tiga kali lipat pada tahun 2016 menjadi Rp 652.674.000.
2. Ditinjau dari progres proporsi bidang pemanfaatan Dana Desa mengalami perkembangan yang signifikan, yakni pada tahun 2015 dialokasikan untuk bidang pemerintahan dan pembangunan desa meningkat menjadi empat bidang pembangunan yang distimulus dari Dana Desa di tahun 2016.
3. Perkembangan item-item kegiatan pada masing-masing bidang pembangunan dan menyentuh aspek layanan dasar masyarakat.
Desa Rhee dengan status Desa Maju :
Pada tahun 2018 Pemanfaatan Dana Desa untuk pembangunan di Desa Rhee Kabupaten Sumbawa periode 2015-2018 secara absolut menunjukkan peningkatan, Dana Desa tahun 2015 sebesar Rp 289.087.000. yang dimanfaatkan sebagian besar untuk pembangunan fisik, yaitu pengaspalan jalan desa, Pada tahun 2016 Dana Desa naik menjadi Rp 649.384.000 ini juga untuk pembangunan fisik, Pada tahun 2017 Dana desa meningkat menjadi Rp 829.686.000 digunakan untuk pembangunan fisik pemeliharaan lapangan sepak bola, pemeliharaan saluran pembuangan limbah dan drainase, pembangunan/pemeliharaan jalan desa. Pada tahun 2018 Dana Desa sebesar Rp 481.634.500, digunakan untuk pembangunan pemeliharaan balai desa, pembangunan irigasi tersier.
Desa Penyaring, status Desa Berkembang :
Pemanfaatan Dana Desa pada periode 2015-2018 secara nyata menunjukkan peningkatan, tetapi dilihat dari proporsinya cenderung semakin menurun. Tahun 2015 Dana Desa sebesar Rp 285.410.000 dimanfaatkan untuk pembangunan fisik berupa, Pembuatan balai pertemuan, Rehap gedung kantor desa, Pembangunan panggung desa, dan Membuat saluran air/drainase. Pada tahun 2016 Dana Desa meningkat menjadi Rp 639.251.000. diprioritaskan untuk Pembangunan fisik yaitu Pembuatan panggung dan Rehap balai pertemuan yang belum selesai pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 Dana Desa sebesar Rp 816.468.000 yang pemanfaatannya untuk Pembangunan fisik seperti, Pemeliharaan jalan desa, Pemeliharaan saluran irigasi, dan Pemeliharaan gedung PAUD. Pada tahun 2018 Dana Desa sebesar Rp 861.923.000. digunakan untuk Pembangunan fisik seperti, Pemeliharaan jalan desa dan Irigasi.
Desa Pukat status Desa Tertinggal :
Dana Desa yang diterima pada tahun 2015 sebesar Rp 314.222.000, dipergunakan untuk Pembangunan desa, Pengelolaan air bersih, Tempat ibadah dan Kebutuhan sekolah, Penyaringan saluran irigasi Uma Berang, Pembangunan aula kantor desa, Pembangunan pemeliharaan fisik. Pada tahun 2016 Dana Desa sebesar Rp 759.751.000, digunakan untuk Pembangunan penghambat Abrasi Pantai Labu Padi, Pembangunan penyaringan saluran irigasi Uma Berang dan Pembanguna irigasi Uma Tua Barat Dusun, Pembangunan rabat beton jerongko, Pembangunan Spal Dusun Labuan Bua, Pembangunan tembok kuburan Karang Anyar dan Pembangunan tempat sampah dan Pembangunan 2 buah masjid. Pada tahun 2017 Dana Desa sebesar Rp 920.050.000, digunakan untk Pembangunan dan pemeliharaan jalan desa, Pembangunan/pemeliharaan Posyandu, dan Pembangunan/pemeliharaan saluran irigasi desa serta Pengadaan jaringan air bersih. Pada tahun 2018 Dana Desa sebesar Rp 954.558.000, digunakan untuk Pembangunan desa, Pemeliharaan gang desa, Pembangunan dan pemeliharaan saluran pembuangan air limbah, dan Drainase, Pembangunan dan pemeliharaan DAM, Embung dan Cek DAM desa, Pemeliharaan balai desa, Pembangunan dan pemeliharaan posyandu, Pembangunan rumah tidak layak huni, Pembangunan dan pemeliharaan Deuker desa, dan Pembangunan fasilitas/penerangan jalan desa dan sarana umumnya.
Desa Prode II status Desa Sangat Tertinggal :
Pada tahun 2015 menerima Dana Desa sebesar Rp 277.124.000, digunakan untuk Pembangunan gorong-gorong, Talud, Jaringan air bersih, Pemasangan lampu untuk penerangan jalan dan juga untuk keperluan pemagaran kantor desa. Pada tahun 2016 Dana Desa sebesar Rp 140.000.000, digunakan untuk Pembangunan talud, dan Pemasangan lampu penerangan jalan. Pada tahun 2017 Dana Desa sebesar Rp 360.000.000, digunakan untuk Penunjang jalan lingkungan, Pembangunan Deker sebagai saluran drainase. Pada tahun 2018 Dana Desa sebesar Rp 952.339.000, digunakan untuk Pembangunan bendungan atau Cek DAM, dan Pembangunan jalan lingkungan.
Kesimpulan :
1. Peningkatan Dana Desa setiap tahunnya telah berbanding lurus dengan peningkatan item kegiatan pemanfaatan Dana Desa yang proporsional baik di bidang pemerintahan, pembangunan desa, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kualitas layanan dasar terhadap masyarakat.
2. Pada awal pembangunan 2015-2017 pemanfaatan Dana Desa sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan fisik, sedangkan pembangunan bidang ekonomi, pembaerdayaan masyarakat mulai mendapat perhatian pada tahun kedua dan seterusnya.
3. Inovasi Desa sudah dijalankan untuk beberapa bidang pembangunan seperti Teknoware, Humanware, Orgaware, dan Infoware. Inovasi tersebut dilakukan melalui prosen musrenbang. Namun masih diharapkan pada beberapa kendala yaitu keterbatasan SDM baik dari segi kualitas maupun kuantitas, di samping itu keterbatasan dana dan peralatan.
5. Dalam upaya peningkatan kualitas operasional BUMDes diperlukan peningkatan pembinaan mitra usaha dan pembangunan unit usaha baru yang perlu didukung dengan kegiatan peningkatan kapasitas personal, perbaikan efektifitas dan orientasi usaha serta manajemen pengelolaan yang baik.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
Data dan Informasi, Manfaat Dana Desa, Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Tahun 2018.
No. Panggil
R.11.A.29.
Penerbit Universitas Mataram : Mataram.,
Deskripsi Fisik
Buku
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
307.7
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Desember 2018
Subyek
Info Detil Spesifik
189 Eksemplar
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this