Image of Pengembangan Teknik Pemasaran KOPI Melalui Branding, Tahun 2019.

Pengembangan Teknik Pemasaran KOPI Melalui Branding, Tahun 2019.



Latar Belakang :
Prudes atau Prukades telah dikembangkan oleh Kemendesa sejak tahun 2016 sejumlah 343 Prukades yang berjalan pada 148 kabupaten di 29 Provinsi. Proyeksi dalam program ini adalah investasi sebesar RP 47 trilyun, potensi pengolahan lahan 3,2 juta hektar, potensi penyerapan tenaga kerja 20 juta jiwa, potensi upah dibagikan Rp 353 trilyun setiap tahun.
Salah satu potensi produk unggulan tersebut adalah kopi. Kopi dapat menjadi produk unggulan desa yang dapat meningkatkan taraf kehidupan petani kopi apabila dikelola dengan baik.
Berdasarkan data BPS 2018, kopi merupakan salah satu sektor pertanian yang diusahakan sebagian besar keluarga sebagai sumber penghasilan utama di 972 desa.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, kinerja komoditas kopi menempati posisi ke-5, dimana 96 persen pengusahaan kopi diusahakan oleh perkebunan rakyat (Kementan 2017). Selain itu, produk unggulan kopi tersebut dibuatkan program pengembangan sebagai komoditas unggulan di 34 kawasan perdesaan oleh Kemendesa.
Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia, dilihat dari tiga alasan utama yakni Potensi lahan perkebunan kopi, Peningkatan konsumsi nasional, dan Peningkatan permintaan ekspor. Luas lahan perkebunan kopi di Indonesia mencapai 1,3 juta hektar dengan luas perkebunan Kopi Robusta mencapai 1 juta Ha dan luas lahan perkebunan Kopi Arabika mencapai 0,30 Ha. Dengan luas lahan demikian, produk kopi Indonesia sebesar 639.3 ribu ton tahun 2016 atau 8 persen dari produksi kopi dunia dengan komposisi 72,84 persen merupakan kopi jenis Robusta dan 27,16 persen kopi jenis Arabika. Sekitar 94,5% produksi kopi di Indonesia dipasok dari pengusaha kopi nasional merupakan jenis Robusta yang berasal dari sentra kopi di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Konsumsi kopi nasional pada tahun 2016 mencapai sekitar 250 ribu ton dan tumbuh 10,54% menjadi 276 ribu ton. Data itu juga didukung oleh International Cffee Organization (ICO) mencatat konsumsi 60 kg/lb berada di urutan ke-6 Negara dengan konsumsi kopi terbesar di dunia di bawah Rusia. Konsumsi kopi Indonesia sepanjang periode 2016-2021 diprediksi tumbuh rata-rata 8,22%/tahun.
Pada Tahun 2017 ekspor kopi Indonesia mencapai 178.000 ton atau senilai USs 487 juta.
Pada saat ini terdapat sebanyak 21 Indikasi Geografis untuk kopi Indonesia, di antaranya Kopi Gayo, Kopi Arabika Toraja, Kopi Robusta Pupuan Bali, dan Kopi Arabika Sumatera Mandheling. Di samping itu, Indonesia juga memiliki berbagai jenis kopi speciality yang dikenal di dunia, termasuk Luwak Coffee dengan rasa dan aroma khas sesuai indikasi geografis yang menjadi keunggulan Indonesia.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
Pengembangan Teknik Pemasaran KOPI Melalui Branding, Tahun 2019.
No. Panggil
R.5.A.58.
Penerbit Puslitbang, Balilatfo : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
Buku
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
307.7
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Desember 2019
Subyek
Info Detil Spesifik
114 Eksemplar
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this