Image of Ekowisata Di Lereng Merapi, Konteks, Isu, dan Tantangan, Tahun 2018.

Ekowisata Di Lereng Merapi, Konteks, Isu, dan Tantangan, Tahun 2018.



Latar Belakang :
Erupsi Gunung Merapi telah menghancurkan kawasan lereng selatan yaitu sebagian Kabupaten Sleman Provinsi Yogyakarta dan sebagian Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah.
Berdasarkan Bappenas dan BNPB Tahun 2010, total kerugian akibat bencana tersebut sebesar Rp.4.23 Trilyun, mencakup kerusakan nilai bangunan mencapai Rp.1,138 Trilyun, kerugian sektor ekonomi Rp.3,089 Trilyun.
Lokasi Penelitian :
Penelitian ini dilakukan di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Penelitian menentukan lokasi kawasan konservasi khususnya Taman Nasional Gunung Merapi, yang memiliki begitu banyak potensi wisata yang harus dan perlu dikembangkan demi mensejahterakan kawasan konservasi itu sendiri maupun masyarakat yang berada di sekitar kawasan konservasi.
Desa Wisata, Ekowisata dan Ekowisata Berbasis Komunitas :
Desa wisata, merupakan salah satu bentuk prakarsa dan kreativitasnya masyarakat mengembangkan potensi sumberdaya desa dan bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan daya saing wilayah.
Desa Wisata adalah suatu daerah tujuan wisata/destinasi pariwisata, yang mengintegrasikan daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, tersetruktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku (UU 10/2009, Kementerian Koperasi dan UMKM 2015).
Desa Wisata Embrio :
Desa yang mempunyai potensi wisata dan dapat dikembangkan menjadi desa wisata serta sudah mulai ada gerakan masyarakat untuk mengelolanya.
Desa Wisata Berkembang adalah Desa Wisata Embrio yang sudah dikelola oleh masyarakat dan Pemerintah Desa, melakukan promosi serta sudah ada wisatawan.
Desa Wisata Maju, adalah desa wisata yang sudah berkembang kunjungan wisatawan kontinyu dan dikelola secara profesional oleh pengelola atau lembaga yang ditetapkan pemerintah desa (Kementerian Koperasi dan UMKM, 2016).
Berdasarkan Evaluasi CIPP Terhadap Pengembangan Ekowisata :
1. Dengan kewenangan yang dimiliki (merencanakan, melaksanakan pembangunan dan kerjasama), Pemerintah Desa Balerante belum mampu mengimplementasikan ekowisata sebagai tema pembangunan desa secara optimal.
2. Keberlanjutan atraksi wisata Kali Talang sebagai ikon Ekowisata Desa Balerante sangat tergantung kemampuan pemerintah desa dan Balai TNGM dalam merumuskan langkah-langkah terobosan untuk menjaga keberadaan atraksi wisata dapat dipertahankan.
3. Pemerintah Desa sebagai aktor utama masih lemah dalam menjalin dan membangun kemitraan dengan para pihak.
4. Pemerintah Desa belum menetapkan pengelola ekowisata secara definitive.
5. Pelaksanaan program dan kegiatan Ekowisata (wisata, Mitigasi dan Konservasi, Ekonomi) masih bersifat parsial.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
Ekowisata Di Lereng Merapi, Konteks, Isu, dan Tantangan, Tahun 2018.
No. Panggil
R.5.A.50.
Penerbit Puslitbang, Balilatfo : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
Buku
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
307.7
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Desember 2018
Subyek
Info Detil Spesifik
125 Eksemplar
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this